Dialektika Rasa: Ketika Logika Bersimpuh

Dialektika Rasa: Ketika Logika Bersimpuh

  • WpView
    Membaca 150
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadLengkap Sab, Apr 4, 2026
WpInfo
Puisi
Sajak Bebas
Kau adalah manifestasi nalar, sebuah menara filosofi yang tegak dan kokoh. Sedangkan aku hanyalah rima-rima puisi yang rapuh, yang merasakan dunia melalui denyut perasaan. Kita adalah paradoks semesta. Namun, lihatlah bagaimana kita sama-sama bersimpuh di hadapan ilmu pengetahuan-menziarahi masa lalu yang telah mati dan membedah masa depan yang belum lahir. Entah rahasia agung apa yang Tuhan sembunyikan di balik pertemuan ini, sebuah berkah, ataukah sebuah teka-teki yang sengaja Dia ciptakan untuk menguji batas antara logika dan rasa.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#10
futsal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 'LOVE' {TERBIT}
  • The Secret That Haunts Mee (Masih Revisi )
  • Cinderella Jadi-jadian
  • Dreams Come True [END]
  • The Wound (End)
  • Hug The Moon βœ”οΈ
  • Perfect Spotlight (βœ“)
  • 10 Reasons Why I Love Je
  • I'm an Innocent Woman
  • AKSARASYA βœ” [Tamat]

Nb : ada baiknya kalian follow akun saya terlebih dahulu sebelum membaca ya... πŸ™πŸ™πŸ™ Pertamakali melihatnya aku terpesona. Kedua kali aku menatap bola mata indah itu aku tahu aku jatuh cinta. Pada dia yang menarik aku dari pusat tempat ku berpijak. Namun sayang aku tidak berani mengatakan kepada gadis pemilik senyum manis itu. Kenapa ? Karena aku lumpuh. Aku memang kaya, dari keluarga terpandang, namun mampukah aku memiliki tulus cintanya ? Dengan kondisi diriku yang cacat ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan