Sincerely, V.

Sincerely, V.

  • WpView
    Přečtení 14,188
  • WpVote
    Hlasy 1,918
  • WpPart
    Části 17
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno pon, kvě 11, 2026
WpInfo
Fikce
Romantika
Romantická komedie
Kousek ze života
Pomalu se rozvíjející láska
"Sa, gue ada submit email-" "Subject?" "...." "Subjectnya apa Vi?" "Sa, please approve, gue masukin approval buat resign udah 3 kali-" "Email lo gue tandain ke spam sih. Dan gue gak baca email yang masuk spam" "...." "Lain kali gak perlu submit email resign lagi, Vi. Gak akan gue approve soalnya" Maka ini cerita tentang Vivian dengan segala usahanya untuk membuat Aksara approve surat resign miliknya. "Ngajuin resign dari kehidupan beneran aja kayaknya gak sesusah ngajuin resign ke kerjaan. Anjir bener dah hidup gue!"
Všechna práva vyhrazena
#287
aeri
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu