Rangkaian Mimpi yang Tergulung Ombak

Rangkaian Mimpi yang Tergulung Ombak

  • WpView
    Reads 2,444
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 1, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Illness
Mental Health and Neurodiverse
"Kamu kan kakaknya, harusnya kamu yang jagain adeknya. Bukan malah kebalik." Kalimat itu terus terngiang di benak Lintang sejak Sekala mulai mengerti cara dunia, sehingga ia paham mengapa orang-orang mengatainya demikian. Karena memang benar. Dia dan Sekala seperti bertukar peran. Sekarang Lintang berusia seperempat abad, selangkah lagi mendapat gelar Doktor di depan namanya. Tapi, ternyata takdir Tuhan tak memihaknya sama sekali. Satu-satunya tujuan hidup, yang digadang-gadang akan mengubah persepsi orang cacat tidak bisa sukses itu, terpaksa harus pasrah ia lepas. Lintang biarkan mimpinya tergulung ombak, sementara dirinya tenggelam ke dasar laut. __________ Terpublikasi pada 14 Maret 2026
All Rights Reserved
#12
exo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Br(other)s !
  • My Family My Doctor || JENO × JAEMIN✓
  • A Dream No One Will Believe [✓]
  • Scheme [✓]
  • Hold Your Breath [✓]
  • CHEMISE (Complete)
  • Goodbye Summer [Brothership]
  • VIOLIN ll KSJ
  • Next Time, Find Me In Our World [TERBIT-COMPLETE]
  • JAGAT BUMI
  • Eternal Flame
  • BUNGA TIDUR✔️
  • AUNOIA
  • Perkara Rumpang
  • Edge of Life
  • Bingkai Sunyi di Balik Dinding Hati
  • Oh, My Twins!
  • Delam 1999 (Selesai)
  • What's Wrong? ✔
  • SOLACE

"Tiga jiwa yang asing satu sama lain, tapi terikat darah yang sama-seperti akar yang tetap saling menggenggam, meski batang telah ditebang." _______ Kehidupan Gala, Ken, dan Naka bak dijungkirbalikkan setelah Yasa-sang ayah ditangkap karena kasus korupsi, Ibu yang seharusnya menjadi tempat mereka pulang dipanggil Sang Pencipta untuk selama-lamanya. Mereka yang sejak kecil tak pernah benar-benar akrab dipaksa tinggal bersama di tengah sisa-sisa kebangkrutan. Rasa asing, canggung, dan penuh amarah menyelimuti hari-hari ketiganya. Terlebih saat rahasia-rahasia kelam dari masa lalu mulai terkuak dan menjadi pecutan luka yang lebih dalam. Dalam tekanan ekonomi, luka kehilangan, dan rasa bersalah yang tak terucap, perlahan mereka belajar satu hal yang tak pernah mereka duga: bahwa di balik semua keretakan, masih ada kesempatan untuk menemukan arti keluarga yang sesungguhnya. Saat rumah runtuh dan harapan nyaris padam, hanya keluarga yang tersisa untuk diselamatkan-atau justru saling menyelamatkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines