Sweet Hell

Sweet Hell

  • WpView
    Reads 558
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 18, 2026
WpInfo
Fanfic
Jangan lupa vote ya cintahhh✨✨ Masuk ke dalam novel dan menjadi FL yang sangat ia benci tidak pernah terpikirkan oleh Thalia. Namun di sinilah kenyataannya. Thalia terbangun dengan nafas tersengal-sengal dan tubuh yang gemetar. Ia duduk dan melihat kedua tangannya sendiri yang terlihat mungil dan halus bagaikan boneka porselen. Matanya bergerak liar meneliti ruangannya, berharap ia menemukan dirinya berada di kamarnya kembali yang nyaman. Tapi yang ia temukan adalah sebuah kamar kecil dengan satu meja belajar di depan jendela, ada rak buku dan boneka di sudut ruangan. Kamar itu terlihat rapih dan nyaman dengan cahaya hangat yang berasal dari jendela. Kamar yang masih terasa asing baginya bahkan setelah ia melakukan empat kali kehidupan di sini berturut-turut. Berkali kali mati dengan alasan yang berbeda, bukannya ke alam baka, Thalia justru kembali ke tempat awal. Terus mengulang kembali waktu dalam cerita.
All Rights Reserved
#4
cobyb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • The King & The Doctor ✓
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines