Yerin menjalani hidupnya sebagai mahasiswi dengan tenang-hingga sebuah rumor menghancurkan segalanya.
Nama baiknya dipertaruhkan, tatapan kampus berubah, dan satu-satunya orang yang berdiri di pusat badai itu adalah Min Yoongi-dosen yang seharusnya menjaga jarak, namun justru menjadi tempat paling aman.
Di tengah tekanan publik, fitnah, dan rasa takut kehilangan, hubungan mereka diuji bukan oleh jarak... melainkan oleh keberanian untuk tetap jujur pada perasaan masing-masing.
Yoongi, pria yang terbiasa menyimpan segalanya sendiri, harus belajar memperjuangkan cinta tanpa melukai.
Yerin, yang selama ini bertahan dengan senyum, harus memilih antara mundur demi aman-atau melangkah maju dengan segala risikonya.
Konflik masa lalu, kehadiran orang ketiga, dan kebenaran yang terlambat terungkap memaksa mereka berdiri di titik paling rapuh. Namun justru dari sanalah, kepercayaan perlahan tumbuh kembali.
Dari ruang seni yang menjadi saksi bisu, percakapan sunyi yang menyembuhkan, hingga perjalanan ke Paris yang mengikat janji tanpa kata-kisah ini bercerita tentang cinta yang matang, perlahan, dan memilih tinggal.
Bukan cinta yang terburu-buru.
Melainkan cinta yang bertahan setelah badai reda.
All Rights Reserved