Tide Sovereign || Cry, or Better Yet, Beg

Tide Sovereign || Cry, or Better Yet, Beg

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2026
Layla Llewellyn x male oc Selama enam tahun hatinya berada didalam lautan renjana, dengan secarik kertas yang terkirim tanpa balasan. Akhirnya, sang pemilik permata lautan menemukan sang lavanya, pemilik dua buah emerald yang selalu menatap nya polos dan manis. Hanya saja yang manis dan polos itu mulai meredup, cahaya keceriaan nya sirna. Tidak seterang dahulu. Nyatanya, kini sang lavanya sudah terjerat kakinya dengan pria lain. Ia merasa pedih dan miris, bukan pada nasibnya melainkan pada permata emerald nya yang tak bersinar seperti dahulu kala. WARNING • Karya asli milik Author SOLCHE dan Ilustrator VAN JI. • Author Yume hanya meminjam karakter dan alur. • Tidak bertujuan untuk komersial. • Fanfic dibuat hanya untuk hiburan semata. • OOC. • Tidak terlalu mengikuti alur novel/manhwa. • Terdapat alur yang dirubah seperti pasangan Layla Llewellyn. • Mohon koreksi apabila ada salah kata atau penjelasan latar yang salah.
All Rights Reserved
#11
cryorbetteryetbeg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae
  • Simpanan No, Istri Sah Yes. (ongoing)
  • The King & The Doctor
  • TETANGGA POOHPAVEL ⚠️[21+]⚠️
  • I Want to Live
  • Second
  • Boodschap
  • We Find Love
  • Mark Lee's Baby & Babysitter (END.)
  • Bunda Managerku

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di satu tahun paling menyiksa dalam hidupnya. Rio bersyukur. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Sampai suatu ketika teman ayahnya membuka tangan dengan lebar, merangkulnya. Rio tidak ingin muluk-muluk. Ia hanya ingin bertahan hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines