The Second Ending

The Second Ending

  • WpView
    Reads 509
  • WpVote
    Votes 319
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 27, 2026
Bicara soal masa lalu memang hal yang sangat sering orang hindari. Ketika hubungan yang sudah berakhir mereka sangat berharap benar-benar berakhir. Namun bagi beberapa juga mengharapkan ada celah kecil yang membuat mereka bisa kembali bersama. Itulah yang Tiffany rasakan, pertemuannya kembali dengan sang mantan Kavin adalah satu hal yang benar-benar tidak pernah ia bayangkan tapi dia harapkan. setelah kuarng lebih dua tahun berpisah, mereka kembali dipertemukan setelah kepindahannya ke sekolah barunya. Awalnya, Tiffany sangat senang akan pertemuan itu. namun, ketika dia melihat tatapan Kavin yang begitu penuh kebencian kepadanya, Tiffany iku menaruh kebencian juga karena ia berpikir perpisahan mereka juga bukan kesalahannya. Tindakan dan perkataan Kavin semakin hari semakin berbeda, Tiffany kembali mengharapkan sebuah harapan. ia bertekad ingin memperbaiki kembali hubungan mereka. Apakah Tiffany dan Kavin akan kembali bersama?, apakah usahanya berhasil?, tidak ada yang tahu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 3 BUJANG
  • RENJANA (On Going)
  • The Zone Project : Exclusive
  • BOOK I : The Little Enchanted Book
  • Disorder
  • 𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚  ✓
  • SCORE 100 III
  • BUSINESS
  • Jejak kata untukmu (END)
  • Les Matematika | l.h.
3 BUJANG

Terlahir hanya selisih dua menit satu sama lain, Arjuna, Amardhanu, dan Bima adalah paket lengkap "bencana" bagi siapa saja yang mengenal mereka. Di lingkungan rumah, mereka dijuluki Trio Error. Mereka memiliki wajah yang hampir identik, namun isi kepala yang sama-sama gesrek. Meski sering bertingkah konyol dan melakukan aksi jahil yang tidak masuk akal (seperti mencoba menggoreng es batu atau membuat kompetisi balap siput di ruang tamu), ketiganya memiliki otak yang cerdas di saat-saat yang tidak terduga. Sayangnya, kecerdasan itu lebih sering dipakai untuk mengakali hukuman dari orang tua mereka atau memenangkan argumen yang tidak penting. Kehidupan mereka makin berwarna karena tumbuh di keluarga Keluarga Hardianto, di mana sang Ayah adalah pensiunan tentara yang hobi melawak garing, dan sang Ibu adalah mantan ketua pemandu sorak yang cara mengomelnya menggunakan toa masjid.

More details
WpActionLinkContent Guidelines