My Sweet Stalker

My Sweet Stalker

  • WpView
    Reads 1,024
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 28, 2026
Bagi Lana, hidup di SMA Cakrawala terasa biasa saja sampai ia mulai menerima "hadiah-hadiah kecil" di lokernya setiap pagi. Mulai dari susu kotak rasa stroberi kesukaannya, catatan penyemangat yang ditulis dengan tulisan tangan rapi, hingga playlist lagu yang seolah tahu persis suasana hatinya. Lana menjuluki sang pengirim misterius ini sebagai "Sweet Stalker". Pencarian Lana mengerucut pada dua nama: Arka, kapten basket yang populer namun dingin, dan Rian, sahabat masa kecilnya yang selalu ada untuknya. Saat Lana mulai jatuh cinta pada perhatian-perhatian kecil tersebut, ia merasa hidupnya berubah menjadi drama romantis yang sempurna. Namun, semakin Lana mendekat pada identitas sang pengirim, ia mulai menyadari satu hal yang ganjil: Beberapa hadiah itu berkaitan dengan rahasia yang bahkan belum pernah ia ceritakan pada siapa pun.
All Rights Reserved
#139
harryvaughan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Hello, Mr. Mafia!
  • SEÑOR V [END]
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • Intel Bucin
  • Shadow in the Lab
  • married to a cold-blooded mafia
  • Fraktal Rahasia
  • she's di ferrent
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines