The Frequency He Kept

The Frequency He Kept

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 6, 2026
"Dalam ilmu komunikasi, sinyal tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya melemah, tersesat, atau berubah menjadi sunyi. Tapi, ia tetap ada. Menunggu antena yang cukup peka untuk menangkapnya kembali." Rai tahu bahwa mencintai Kayi berarti harus siap mencintai kesunyian. Baginya, Kayi bukan sekadar "Pilar" SMA yang kaku dan tak tersentuh. Kayi adalah sirkuit paling rumit yang pernah ia temui, seorang gadis yang membangun tembok beton setinggi langit karena terlalu takut untuk hancur. Selama lima tahun, Rai tetap menjadi antena. Ia menjaga frekuensi yang diputus secara paksa, menyimpan gantungan kunci karatan sebagai kompas, dan membiarkan pesannya tidak berbalas. Karena bagi Rai, lebih baik mencintai bayangan yang jujur daripada memaksa sebuah cahaya yang pura-pura. Ini adalah sisi lain dari cerita Kayi. Tentang pria yang tetap bertahan saat antenanya tak lagi menangkap sinyal, dan tentang janji yang tetap menyala di tengah sunyinya Kota Tokyo.
All Rights Reserved
#844
sequel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines