Duri lahir di rumah yang ramai,namun tumbuh dalam sunyi. Sebagai anak ke enam dari tujuh bersaudara ia belajar tentang takut,bahkan sebelum mengenal percaya diri.tangisnya di anggap lemah,diamnya di anggap salah. Bunda dan saudara saudara nya mencintai duri dengan pelukan dan perlindungan.namun ayahnya mencintai dengan tekanan,dengan perbandingan,dengan kata kata yang perlahan meruntuhkan. Hingga suatu malam, suara pertengkaran memecah rumah, sesuatu di banting.sesuatu pecah Dan duri- Di bawa pergi secara paksa oleh omnya meninggalkan rumah yang ia cintai sekaligus tempat ia belajar takut. Tahun tahun berlalu. Duri tumbuh dewasa tanpa ayah nya tanpa bunda juga tanpa saudara saudara nya. Dia tumbuh dengan masih menyimpan luka.masih menyimpan gemetar. Namun kini..ia belajar tentang percaya diri.kini ia berani masuk ke dalam kesempurnaan.
More details