Pieces Of Me

Pieces Of Me

  • WpView
    Reads 676
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
Enemy turns to lover? Apakah mungkin? Dengan perbedaan seekstrem itu? Beda usia, beda karakter, dan beda pemahaman akan makna cinta. Bagi Zia, mencintai artinya memberikan semuanya pada orang yang dicintai. Tulus, tanpa tendensi. Bagi Wisnu, cinta itu bahaya dan menjerumuskan. Maka harus dihindari. Di antara Zia dan Wisnu, siapakah yang paling benar? *** Zia, mahasiswi tahun terakhir berusia 21 tahun, jatuh cinta pada pandangan pertama pada Shello. Bagaimana tidak? Shello merupakan wujud perpaduan sempurna antara ketampanan klasik dengan vibes modern yang cool. Dan di usianya yang masih 27 tahun, Shello telah menjadi direktur pemasaran di perusahaan jasa arsitektur ternama. Sayangnya usaha Zia mendekati Shello selalu dihalangi oleh Wisnu, 37 tahun, paman Shello sekaligus pemilik perusahaan tempat Shello bekerja. Dalam waktu singkat, Zia terjebak perang dingin dengan Wisnu. Sebuah peristiwa mempertemukan Zia dan Wisnu dalam situasi yang membuat mereka saling membuka diri. Yang memberi keduanya pemahaman baru tentang isi hati masing-masing. Tentang perasaan, ketakutan, dan harga diri. Serta risiko besar yang mengadang di depan mereka. Dengan Shello sebagai pemegang kunci utama. *** Mature and adult content Age gap 18+ 21+
All Rights Reserved
#297
adultfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines