[Hidup itu cuma sekali] "Bagus. Siapa juga yang mau mengulang kehidupan?" Natheo tentu akan menolak hal tersebut dengan serius. Sudahlah ujiannya tidak sesuai dengan kisi-kisi, tanpa tutorial pula. Namun seperti kata pepatah, semakin ditolak, maka semakin dekat pula apa yang tidak diharapkan tersebut. Dirinya sadar jika ia terlempar dan kembali ke masa lalu. Kembali ke rentang umur dari setengah hidupnya saat ini, masa dimana ia menyaksikan sendiri tubuh ibunya yang ditelan bumi. Air matanya mengalir turun. Bukan, ia bukan menangis karena fakta ibunya yang sudah meninggal dunia, melainkan karena takdir membawanya kembali ke titik waktu, tempat ia berpijak sekarang. Bajingan. Natheo sangat tidak menyukai pemikiran tentang kesempatan kedua dari Tuhan ini.
More details