Pewaris Monteng Iblis

Pewaris Monteng Iblis

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Wuxia and Cultivation
Fairy Tales and Mythology
High Fantasy
Seorang Pemuda Terlahir Kembali dan Terpilih Menjadi Pewaris Senjata Pembunuh MONTENG IBLIS Cerita Fantasi Yang Berlatar Sejarah Kerajaan di Nusantara Yang Nantinya Akan Memunculkan Tokoh-Tokoh Dalam Sejarah Kerajaan Di Nusantara Seperti Mahapatih Gajahmada dan Maharaja Siliwangi Yang Tentunya Tidak Seperti Cerita Sejarah Cerita Ini Hanya Ingin Menunjukkan Betapa Besar Nusantara dengan Keragaman Sejarahnya Semoga Bisa Dinikmati
All Rights Reserved
#1
sampah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Aveline Beyond Her Fate
  • A Family of Villains
  • The Adiputra Family
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines