Story cover for PSYCHO by Lyodrann
PSYCHO
  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 26
Warning : 17+



​"Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar jujur. Kita semua memakai topeng. Perbedaannya hanya satu: seberapa banyak darah yang tersembunyi di balik topengmu?"


​Kim Juhoon adalah definisi kesempurnaan di Fakultas Kedokteran. Tenang, jenius, dan memiliki masa depan yang cemerlang. Namun, di balik jas lab putih yang bersih dan senyum tipisnya yang menawan, tersimpan sisi gelap yang dingin dan haus akan presisi. Bagi Juhoon, manusia tak lebih dari sekadar anatomi yang menunggu untuk dibedah.


​Choi Rena tidak pernah menyangka bahwa rasa ingin tahunya sebagai mahasiswi Psikologi akan membawanya ke sebuah labirin tanpa jalan keluar. Saat dia tidak sengaja menyaksikan apa yang dilakukan Juhoon di kegelapan gedung anatomi, Rena terjebak dalam permainan "kucing dan tikus" yang mematikan.


​Alih-alih lari, Rena justru tertantang untuk membedah isi kepala sang psikopat. Dia menggunakan logika untuk bertahan, sementara Juhoon menggunakan obsesi untuk menghancurkannya.


​Ini bukan sekadar romansa. Ini adalah pertarungan mental di mana batas antara benci, takut, dan obsesi menjadi kabur. Saat predator bertemu dengan pengamat, hanya ada satu pertanyaan yang tersisa:


​Siapa yang akan hancur lebih dulu? Logika Rena, atau topeng kesempurnaan Juhoon?


​"Jangan jatuh cinta pada predator, kecuali kamu siap menjadi mangsa berikutnya."



Penasaran? Cussss bacaa.
All Rights Reserved
Sign up to add PSYCHO to your library and receive updates
or
#583keonho
Content Guidelines
You may also like
Poulet Mort by eksekutorintan
20 parts Ongoing
[#SERI DUA: AYAM MATI] "THE LIARS" Sinopsis Australian Science Project Olympiad (ASPO) tak pernah menyangka bahwa satu karya ilmiah terbaik tahun ini akan menjadi surat pengantar menuju neraka. Riset bertajuk "Eksplorasi Psikodinamika Isolasi Sosial dan Deviasi Moral pada Subjek 13: Studi Kasus Fenomenologi Obsesi dan Dualisme Manusia" itu begitu memukau; membedah hidup seorang pertapa tua di hutan Prancis yang terikat obsesi, dosa, dan benang merah tak kasat mata dengan putranya. Narasi yang terlalu intim, terlalu detail, seolah bukan ditulis oleh pengamat, melainkan saksi mata. Namun, di hari penyerahan penghargaan, podium juara kosong.Kelima siswa jenius-James, Morgan, Hugo, Sky, dan Arthur-lenyap tanpa jejak. Gantinya, sebuah surel anonim tiba di meja panitia. Tanpa subjek. Tanpa teks. Hanya lampiran foto-foto yang membekukan darah. Di tengah hutan antah-berantah, kelima pemuda itu ditemukan dalam kondisi yang menistakan kemanusiaan. Masing-masing tubuh "dicuri" satu organ vitalnya: mata, jantung, paru-paru, ginjal, hingga usus yang terburai layaknya dekorasi pesta yang grotesk. Di antara genangan darah itu, sesosok bayangan berdiri di kejauhan, menyengir lebar ke arah lensa. Yang Jeongin dan Nishimura Riki, dua panitia yang terseret arus karena iming-iming uang tutup mulut, kini dipaksa terbang ke Prancis. Tugas mereka sederhana: cari tahu apa yang terjadi. Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin mereka sadar bahwa kelima korban ini bukanlah sekadar ilmuwan muda yang malang. Mereka adalah Pembohong. Dan hutan itu, tidak pernah membiarkan pembohong pulang dengan tubuh utuh.
You may also like
Slide 1 of 10
Poulet Mort cover
MORSE: POSSESSIVE EX  cover
Istri jahat CEO Dingin cover
President's Wife cover
Odd Feelings - CORTIS     (Starring: James, Keonho) cover
Biwara cover
When Smoke, Meets Sound | ft. Martin. cover
Back to You, Somehow || Keonho of Cortis ☆ cover
GUMI cover
Dating Sean E. 101 cover

Poulet Mort

20 parts Ongoing

[#SERI DUA: AYAM MATI] "THE LIARS" Sinopsis Australian Science Project Olympiad (ASPO) tak pernah menyangka bahwa satu karya ilmiah terbaik tahun ini akan menjadi surat pengantar menuju neraka. Riset bertajuk "Eksplorasi Psikodinamika Isolasi Sosial dan Deviasi Moral pada Subjek 13: Studi Kasus Fenomenologi Obsesi dan Dualisme Manusia" itu begitu memukau; membedah hidup seorang pertapa tua di hutan Prancis yang terikat obsesi, dosa, dan benang merah tak kasat mata dengan putranya. Narasi yang terlalu intim, terlalu detail, seolah bukan ditulis oleh pengamat, melainkan saksi mata. Namun, di hari penyerahan penghargaan, podium juara kosong.Kelima siswa jenius-James, Morgan, Hugo, Sky, dan Arthur-lenyap tanpa jejak. Gantinya, sebuah surel anonim tiba di meja panitia. Tanpa subjek. Tanpa teks. Hanya lampiran foto-foto yang membekukan darah. Di tengah hutan antah-berantah, kelima pemuda itu ditemukan dalam kondisi yang menistakan kemanusiaan. Masing-masing tubuh "dicuri" satu organ vitalnya: mata, jantung, paru-paru, ginjal, hingga usus yang terburai layaknya dekorasi pesta yang grotesk. Di antara genangan darah itu, sesosok bayangan berdiri di kejauhan, menyengir lebar ke arah lensa. Yang Jeongin dan Nishimura Riki, dua panitia yang terseret arus karena iming-iming uang tutup mulut, kini dipaksa terbang ke Prancis. Tugas mereka sederhana: cari tahu apa yang terjadi. Namun, semakin dalam mereka menggali, semakin mereka sadar bahwa kelima korban ini bukanlah sekadar ilmuwan muda yang malang. Mereka adalah Pembohong. Dan hutan itu, tidak pernah membiarkan pembohong pulang dengan tubuh utuh.