"Dunia ini terlalu berisik untuk orang yang hanya ingin hidup damai."
Namanya Darma. Usianya 18 tahun.
Cita-citanya sangat sederhana: Punya gubuk kayu yang adem, kolam pemancingan pribadi, dan tidur siang tanpa gangguan.
Masalahnya, nasib (atau kesialan) melemparnya jatuh dari langit tepat di tengah Rimba Larangan-titik paling mematikan di Benua Niskala yang dihuni oleh monster tingkat bencana.
Bagi orang lain, hutan ini adalah NERAKA.
Tapi bagi Darma?
Naga Hitam legendaris cuma dianggap "cicak jumbo" yang berguna buat pemantik api unggun.
Ikan monster pemakan manusia cuma dianggap "lauk makan malam" yang gampang ditangkap.
Dan serangan sihir pemusnah massal cuma dianggap "angin sepoi-sepoi".
Darma tidak peduli dengan politik kerajaan, perang penyihir, atau ramalan kiamat. Dia cuma ingin menyeduh kopi dan mancing dengan tenang. Namun, tanpa dia sadari, keinginan sederhananya itu justru mengacak-acak tatanan dunia. Raja-raja ketakutan, penyihir agung kena mental, dan legenda tentang "Dewa Tidur di Tengah Hutan" mulai menyebar.
Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang pemuda pemalas dengan sandal jepit Swallow secara tidak sengaja menciptakan tempat paling aman di muka bumi.
CATATAN PENULIS:
Cerita ini berlatar 20 TAHUN SEBELUM kejadian di novel "NISKALA: Kalkulasi Sang Pendosa".
Sebelum ada Bjorka dan Arjuna, sebelum ada teknologi CCE, dan sebelum dunia dikuasai logika dingin... ada Darma yang cuma pengen santai.
Selamat datang di era di mana sihir masih liar, dan legenda dimulai dari segelas kopi.
Apakah Arlie bisa menerima jika Alpha seperti nya bisa hamil?!
Dan bagaimana jika Arlie sudah ditandai oleh seorang psycho?
_________________________________
Sekali lagi ini lapak Dunia ABO (alpha Beta omega), dan juga BL (boys love)
Don't copy!!!
Karya @yran_ielll