Nathaniel adalah seorang anak yang jenius. Ia sudah terbiasa berdiri di atas mimbar tertinggi penghargaan dengan torehan prestasinya yang tak kunjung habis. Demi masa depan yang cerah, ia terus mengais perjuangan untuk mempertahankan posisinya di peringkat tertinggi. Hingga suatu hari, ia bertemu Geovano. Seorang murid penerima beasiswa yang hampir menyamai nilainya pada ujian semester. Nathaniel pun tidak tahu harus memasang ekspresi apa pada orang yang kini menjadi teman sebangkunya. Haruskah ia melihatnya sebagai seorang musuh, ancaman yang bisa merebut posisinya di peringkat tertinggi, atau haruskah ia melihatnya sebagai seorang teman, seseorang yang bisa memahami hujan di balik senyumannya? Nathaniel dan Geovano berharap mereka bisa menemukan titik cerah di tengah persaingan mereka. Sayangnya, mereka tidak punya banyak waktu. Mereka harus bisa meniti makna persahabatan mereka sebelum senja memeluk mentari.
More details