Tongkat Jodoh

Tongkat Jodoh

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
Langit Pradipta selalu dikecewakan soal urusan cinta. Lima kali hampir menikah, lima kali juga dia gagal ke pelaminan. Desakan sang nenek membuatnya frustrasi dan nekat mengikuti saran konyol asistennya untuk mendatangi toko barang antik dan mencari jimat keberuntungan. Namun, bagaimana jadinya jika Langit justru menjadi buta setelah mendapatkan jimat itu?
All Rights Reserved
#745
ajaib
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines