The House That Wasn't There

The House That Wasn't There

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
kisa ini di ambil dari kisa nyata Jadi awal ceritannya waktu itu teman aku ini namanya alya sedang mencari kerja bersama kelima temannya mereka ber 6 sudah termasuk si alya Mereka 3 laki laki dan 3 permempuan mereka lagi mencari kerja( di semua kota yang di samarkan jadi kota C) Ada si aldy,zaki,putra,=cowok Trs si cewek ada andini,putri sama alya jadi ada ni ber6 Awalnya mereka jalan tu udah mulai sore kak jalanya karna mereka mau pulang Karna kalau balim memang perjalan balik aga jauh kak nad jadi mereka memutuskan cari kos yg murah untuk semalam doang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUMBAL PESANTREN
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Sukma Lara [END]
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hah!Dukun?
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2

Genré: Horror Religius, Thriller Spiritual, Drama. Tema: Pertarungan antara Kebaikan yang Ikhlas melawan Kesesatan yang Terselubung, kekuatan Iman, persahabatan, dan pengorbanan. Sinopsis: Pesantren Al-Firdaus,yang terletak di daerah terpencil, dikenal sebagai tempat mencetak penghafal Al-Qur'an. Dikenal oleh masyarakat luas sebagai pesantren yang sangat religius dan ketat. Namun, di balik tembok kokoh dan lantunan ayat suci, tersembunyi rahasia gelap yang mengerikan. Kyai Lukman, pemimpin pesantren, beserta para pengawasnya, telah menjalin perjanjian dengan jin-jin kafir untuk memperoleh kekuasaan dan kekayaan duniawi. Perjanjian itu meminta tumbal setiap tahunnya: seorang santri dengan darah dan energi spiritual tertentu. Ning Aira, putri Kyai Lukman yang pemalu dan penakut, hidup dalam ketakutan akan rahasia ayahnya namun tak memiliki keberanian untuk melawan. Kedatangannya membawa perubahan besar. Rifa, adik Rifani, memiliki darah langka yang sangat diincar oleh Kyai Lukman dan para jinnya. Rifani, dengan kemampuan indigonya, serta Arul, teman gaibnya yang setia, mulai merasakan aura tidak wajar di pesantren itu. Bersama Dika yang pendiam namun loyal, dan Rifky yang juga indigo, mereka membentuk persekutuan rahasia. Mereka harus menggali kebenaran mengerikan dari Pesantren Al-Firdaus, sambil menyembunyikan diri dari ancaman Kyai Lukman dan makhluk-makhluk gaibnya. Mereka akan belajar bahwa melawan kekuatan gelap bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan strategi, keberanian, dan keteguhan iman yang tak tergoyahkan. Ning Aira pun dihadapkan pada pilihan sulit: tetap patuh pada ayahnya yang sesat atau membela kebenaran yang diajarkan oleh Allah SWT.

More details
WpActionLinkContent Guidelines