Inang (The Host)

Inang (The Host)

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 11, 2026
Bagi Arkan, hidup adalah barisan keteraturan yang menyesakkan. Menjalani hidup seolah sedang menjalani jadwal kegiatan yang sudah diatur waktu dan tempatnya. Membuat Arkan merasa seperti dibelenggu oleh rantai besi tak kasat mata. ​hidupnya terlalu sempurna. Namun seiring mendekatnya hari ulang tahunnya yang ke-18, retakan mulai muncul pada lukisan hidup Arkan yang indah. Ia mulai menyadari bahwa setiap emosi yang ia rasakan mungkin telah dijadwalkan, dan setiap kenangan yang ia miliki hanyalah naskah yang di tulis oleh author yang menciptakan dirinya, pria tanpa identitas yang menganggap Arkan sebagai mahakarya terbesarnya. Arkan kini berada di persimpangan yang mengerikan: apakah ia benar anak, atau sekedar proyek rekayasa untuk menebus dosa masa lalu seseorang?
All Rights Reserved
#611
thiller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Shadow in the Lab
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines