Ribuan tahun lalu pada zaman kuno, dunia tidak mengenal pintu dimensi. Dunia manusia dan dunia hantu dipisahkan oleh tabir gaib yang kokoh. Namun, ada seorang raja yang memiliki keinginan untuk hidup abadi. Iblis memanfaatkan itu, iblis selalu membisikan sesuatu ketika sang raja itu tidur secara perlahan kenginan itu berubah menjadi ambisi kuat sang raja.
Ambisi itu menjadi petaka bagi dunia, tabir gaib itu retak . Iblis mendapatkan kemenangannya. Pintu dimensi muncul untuk pertama kalinya, Invasi hantu menjadi mimpi buruk bagi manusia. Dalam keputusasaan menghadapi invasi hantu. Manusia mengambil langkah berbeda; "Transfusi Esensi atau meyerap kekuatan hantu". Entah siapa yang memulai, manusia mulai mendapatkan kekuatan instan, dengan cara itu manusia bisa melawan dan betahan dari invasi hantu hingga sekarang.
Berabad-abad kemudian, di tengah masyarakat modern yang sudah terbiasa dengan ancaman Gate, hiduplah seorang remaja bernama Tono. Tono bukanlah praktisi. Ia adalah pemuda penyendiri yang lebih suka menghabiskan waktu membaca buku dan melatih tubuhnya dengan olahraga. namun dia tidak terlalu suka dengan praktis, ketidak sukaan tono disebabkan karen kesombongan, keserakahan dan haus ketenaran dari para prakrisi, bahkan tono enggan untuk bersosialisasi, ia lebih suka bermain dengan kucing belangnya.
Karena sumpah leluhur Tono kini harus memilih: mengikuti jejak praktisi lain yang menyatukan diri dengan esensi hantu demi kekuatan, atau menemukan cara murni untuk menghancurkan kegelapan tanpa menjadi bagian darinya. Bersama Belang yang ternyata menyimpan rahasianya sendiri, Tono memulai perjalanannya. Dari seorang remaja penyendiri menjadi kunci keselamatan Nusakarta. Ia bukan sekadar praktisi; ia adalah Pemburu Hantu yang sesungguhnya.
Tono kini dihadapkan pada satu pilihan sulit: mampukah ia menghancurkan sumber kekacauan ini tanpa harus kehilangan kemanusiaannya? Perang antara praktisi nusakarta melawan kegelapan abadi baru saja dimulai.
Todos os Direitos Reservados