Jadi si Culun? Oh No!

Jadi si Culun? Oh No!

  • WpView
    Reads 169
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
Arzelyn Kaeya Ravelon adalah gadis cantik dengan aura dingin yang cukup menakutkan. Ia tipe orang yang tidak mudah diatur oleh siapa pun, kecuali keluarganya. Arzelyn paling anti dengan orang yang sok polos dan sok lembut. Ia terkenal cuek, blak-blakan, dan tidak suka bergantung pada siapa pun. Namun di balik sikapnya yang dingin itu, Arzelyn memiliki hobi yang hampir tak ada orang tahu. Selain ikut balapan motor, ia juga gemar membaca novel dengan berbagai genre. Suatu hari, Arzelyn membaca sebuah novel yang sedang terkenal beberapa minggu terakhir. Sayangnya, karakter utama novel itu benar-benar menyebalkan. Tokoh ceweknya dikenal sangat penakut, cengeng, dan bego banget karena selalu mengejar cowok yang jelas-jelas tidak mencintainya. Bukan cuma itu, cewek ini juga sering mendapat perlakuan buruk dari keluarganya, hingga akhirnya memilih bunuh diri karena tak sanggup menahan semuanya. Coba bayangkan, seorang Arzelyn yang super berani malah terlempar ke dalam dunia novel dan menjadi karakter cewek culun, penakut, dan bego itu!? "Ini cewek bukan bego pakai banget lagi, ini tuh bego super dahsyat, anjir!" - Arzelyn.
All Rights Reserved
#677
gengmotor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Figuran
  • Blooming Baby
  • worthless daughter
  • Badboy Jadi Imam
  • TRANSMIGRASI GADIS BUTA
  • UNIFICATION
  • Mengulang Waktu
  • 𝑨𝒕𝒆𝒊𝒔 𝑩𝒆𝒓𝒉𝒊𝒋𝒂𝒃? {𝚃𝙰𝙼𝙰𝚃}.
  •  Giving Up On You
  • PUTRI YANG DITINGGALKAN

Dari semua tokoh di novel ini, kenapa Anggia harus terlahir kembali menjadi seorang tokoh figuran? Dia Ara, si tokoh figuran yang dibuat hanya untuk mendukung jalannya cerita. Tokoh yang diciptakan hanya untuk disalahkan. Kematiannya pun mungkin akan jadi ending bahagia bagi pembacanya. Sebab, dia hanyalah seorang figuran, tokoh yang tampil hanya saat dibutuhkan. Lalu, mampukah Anggia mengubah takdir dan kehidupan Ara si tokoh figuran? -on going

More details
WpActionLinkContent Guidelines