DANDELION (Tiaom FF on going)

DANDELION (Tiaom FF on going)

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2026
Pernahkah kalian menginginkan sesuatu yang tidak bisa kalian miliki? Pernahkah kalian merasa jika tidak memiliki sesuatu, kalian akan menjadi gila? Aku tidak pernah merasakan seperti itu, sebab aku tidak mengijinkan cerita romansa masuk kedalam kehidupanku. Semua omong kosong dalam bentuk cinta yang murni telah ku kubur dalam, hingga aku tidak bisa merasakan apa itu cinta. Lebih tepatnya, mengapa segala sesuatu harus di sangkut pautkan dengan cinta dan tidak dengan nafsu dan keinginan untuk merasakan tubuh seseorang di tubuhmu? Ini jelas bukan cerita di mana orang baik menang. Karna aku bukan lah orang baik, aku orang paling jahat yang mungkin akan kalian temui. Senang rasanya menjadi jahat, itu membuatmu kuat. Seperti makna dalam bunga dandelion, mereka kuat dalam segalanya. ⚠️ Cerita Fiksi dan hanya untuk menghibur diharapkan pembaca Bijak dalam menanggapinya. ⚠️ Dilarang keras untuk menjiplak/mengcopy cerita ini. ⚠️ Cerita berisi konten DEWASA (18+), untuk yang belum cukup umur harap tidak membacanya. ❤️ Budayakan Like sebelum membaca.
All Rights Reserved
#18
pie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines