HUJAN (Alilicia)

HUJAN (Alilicia)

  • WpView
    Reads 5,230
  • WpVote
    Votes 762
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Sat, May 2, 2026
"Hujan adalah air mata. Namun dibalik tetesannya, aku menemukanmu..." Diantara gerimis yang turun membasahi kota Jakarta, dua jiwa dipertemukan dengan cara yang tak terduga. Rintikan luka yang mengenang dalam trauma dan luka, hingga berakhir pada pertemuan nyaman yang membuat mereka merasa diterima. Ali dan Alicia, dua insan yang akhirnya bertemu menjadi dua orang yang saling membutuhkan. Tentang cara untuk melupakan, luka dalam yang mungkin sulit disembuhkan. Namun, apakah mereka bisa bersatu? Bersama selamanya dan menentang dunia yang tak adil? Note: >Alur dari imajinasi Author sendiri! >No Ejen! >Dilarang meniru unsur cerita! Selamat membaca! 👋 1 #alighazali (15/04/26) 1 #tetesan (15/04/26) 1 #ali (29/04/26) 1 #aliciakheng (03/05/26) 2 #hujan (29/04/26)
All Rights Reserved
#1
ejenalicia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Garwo
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Last Hope - Cawooz
  • The Servant [James Harem]
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Same, But Not
  • I'm Not Just a Figuran
  • Justine

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines