2 Hari di Perkemahan

2 Hari di Perkemahan

  • WpView
    Dibaca 9
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 24, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
SMA
Slow Burn
Perguruan Tinggi dan Universitas
​Pertemuan mereka berawal dari hal sederhana: kemenangan, sorak ramai, dan sebuah foto bersama yang tanpa sengaja menempatkan dua orang asing berdampingan dalam satu bingkai. Tak ada yang menyangka, dua hari singkat di perkemahan akan meninggalkan kenangan yang jauh lebih lama dari yang seharusnya. ​Dua insan yang terikat keras kepala dan gengsi serupa, serta sama-sama lihai menyembunyikan rasa. Di tengah riuh canda dan tatapan diam-diam, sebuah kedekatan tumbuh perlahan, namun tak satu pun dari mereka yang berani lebih dulu mengaku. Mereka terlalu takut untuk kehilangan, hingga akhirnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa. ​Namun, waktu tak pernah menunggu siapa pun. Saat yang tersisa hanyalah jarak, ego, dan perasaan yang tak pernah sempat diberi nama. ​Jika dua hari mampu menciptakan cerita sebesar itu, mengapa keduanya tetap memilih saling kehilangan? Ternyata, yang paling menyakitkan bukan hanya perpisahan-melainkan sebuah kemungkinan yang gagal diperjuangkan. #1 fiksiremaja, Kamis 28 mei 2026 (Diketik pada tahun 2023-2025)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
melankolis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan