1965. Sebuah tahun yang tercatat tegas dalam sejarah Indonesia. Penuh nama, peristiwa, dan pengorbanan. Namun tidak semua nama diberi tempat untuk dikenang. Ayuning Sekar Kinasih tidak pernah membayangkan bahwa takdir akan menyeretnya kembali ke masa lalu, ke Jakarta yang tegang dan sunyi sebelum badai datang. Di sana, ia bertemu seorang perwira muda yang namanya akan selalu tercatat dalam buku sejarah. Sementara dirinya tidak. Di tengah rumah yang kelak menjadi saksi, di antara detik-detik yang tak bisa diubah, Sekar dihadapkan pada pilihan yang mustahil: menyelamatkan seseorang yang ia cintai, atau menerima bahwa sejarah memiliki caranya sendiri untuk menuntaskan pengorbanan. Karena ada cinta yang tidak pernah dimaksudkan untuk hidup lama. Ada perasaan yang hanya diizinkan tumbuh, bukan dimiliki. Dan ada nama yang betapapun dalamnya dicintai, tetap tak pernah dituliskan dalam sejarah.
Mai multe detalii