RUANG CACAT

RUANG CACAT

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
Ada sebuah titik di balik algoritma yang kita kenal sebuah kegagalan sistem semesta. Sebuah dimensi error yang menampung segala data yang ditolak oleh realita. Mereka menyebutnya: R U A N G C A C A T. Semua dimulai dari satu kesalahan navigasi yang tampak sepele. Sebuah jalan tikus yang tidak hanya menyesatkan raga, tapi juga menyeret dua jiwa ke tempat di mana: Waktu mengalami buffer dan berjalan mundur. Frekuensi adalah senjata yang memanipulasi kesadaran. Hukum Fisika hanyalah baris kode yang sedang crash. Ancamannya nyata. Jakarta bukan lagi kota yang kita tahu. Di bawah pendar lampu jalan yang berubah warna, sebuah asimilasi sistem sedang merayap. Melalui sinyal internet, transmisi data, hingga sinkronisasi saraf manusia. Ruang Cacat sedang mencari cara untuk menjadi nyata. Di dunia yang menuntut presisi dan keteraturan, satu-satunya harapan justru terletak pada: K E T I D A K T E R A T U R A N. Karena ketika sistem mulai mengambil alih kontrol, hanya mereka yang "rusak" yang mampu meretas balik keadaan. "Satu kesalahan navigasi. Jutaan nyawa sebagai taruhan. Selamat datang di akhir dari realita yang lo kenal."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines