Hug You Tight

Hug You Tight

  • WpView
    Leituras 18,072
  • WpVote
    Votos 2,556
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 19, 2026
"Kita cerai aja, Ras." Tama pikir, keputusan yang ia ambil secara impulsif itu akan menjadi awal baru dari rumah tangga yang dingin dan siap hancur kapan saja. Tak pernah Tama perhitungkan bahwa semua ternyata tidak sesuai ekspektasinya. Persis seperti Saras di awal pertemuan mereka-calon dokter gigi yang tertawa tanpa beban, yang suka mencuri perhatian dengan sentuhan-sentuhan kecil seolah dunia hanya berisi mereka berdua. Poin yang sedari dulu Gautama Djatta Mahagra deklarasikan sebagai alasan mengapa Ia jatuh cinta pada Sarasvati Nayanika Herman. Wanita yang sama, yang pernah ia kejar tanpa hitung-hitungan, yang pernah ia pilih tanpa ragu. Di situlah Tama sadar, keputusan untuk berpisah ternyata tak sesederhana yang ia bayangkan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia ragu pada keputusannya sendiri. © paradigmarasa 2026
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • RUJUK
  • GHENDIS
  • Bitter Sweet | Revisi Baru
  • Dalam Satu Tahun
  • Twilight Romance
  • Troubling Reflections
  • Pijar Malam Milik Siapa [END]
  • Eleven
  • Keep You Safe
  • Lost Spark
RUJUK

Raras memiliki lima kesalahan dalam hidupnya. Pertama, ia menikah dengan Jiwangga. Kedua, ia menceraikannya. Ketiga, ia kabur ke Jerman. Keempat, menyembunyikan anak mereka. Terakhir, Raras bekerja di rumah sakit yang sama dengan mantan suaminya. Lima tahun sudah berlalu. Jiwangga yang dulu Raras kenal sebagai pria kalem nan rendah hati berubah menjadi orang yang angkuh dan jauh dari kata sopan santun. Jiwangga dan Raras kembali bertemu setelah kegagalan pernikahan mereka. Saling melemparkan kebencian dan keinginan untuk memiliki sekali lagi. © jenggendis

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo