Sang Tabibah

Sang Tabibah

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 2 hours ago
Sains tidak bisa menyelamatkan jiwa yang sudah menyerah, tapi takhayul akan membunuh mereka lebih cepat dari penyakit mana pun. Kairo, 1347. Di balik kemegahan Kesultanan Mamluk, maut hitam merayap tanpa suara. Amara al-Kahira, seorang tabibah (dokter wanita) di Bimaristan (rumah sakit) al-Mansuri, tahu bahwa doa saja tidak cukup untuk menghentikan wabah yang mengubah kota menjadi pemakaman masal. Saat otoritas menutup mata dan rakyat berpaling pada dukun serta jimat, Amara memilih jalan berbahaya: melakukan otopsi terlarang demi membedah rahasia sang maut. Namun, ia tidak sendirian. Bersama Tariq, seorang juru tulis yang menyimpan rahasia spiritualnya sendiri, Amara menyusun sebuah manuskrip yang akan menjadi saksi bisu antara logika dan iman, antara data dan air mata. Di tengah kepungan mayat dan pengkhianatan, Amara harus memilih: tetap dingin demi sains, atau membiarkan hatinya hancur demi sebuah kemanusiaan? Sebuah thriller sejarah medis tentang perlawanan seorang wanita terhadap zaman yang belum siap menerima kebenaran. -- Bab baru terbit Ramadan 2026 M --
All Rights Reserved
#7
sejarahislam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asmaranala
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Duchess of Valtor
  • The Palace Stewardess
  • SUAMI KAISAR

Di awal kisah, aku dan kamu satu. Parasku itu parasmu. Ragaku serupa ragamu. Namun hidupmu ibarat jalan landai berhias ilalang, sedangkan hidupku layaknya tikungan curam terjal berbatu. Dirimu begelimang kasih, tapi diriku berbalut nestapa. Mudah untukmu, yang sulit jadi bagianku. Kamu beruntung, aku yang sial. Kenapa harus kamu, bukan aku? Memang apa kesalahanku? Salahkan jika kini aku ingin berada di posisimu? Saudariku, kumohon menghilanglah selamanya. PERHATIAN!!! Cerita ini seluruhnya FIKTIF belaka serta tidak terkait dengan sejarah kerajaan manapun walau kisah berlatar kerajaan masa lampau. Semua nama, tokoh, karakter, tempat, waktu, dan jalan cerita hanya rekaan demi kepentingan HIBURAN semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines