Gue Lu To Aku Kamu

Gue Lu To Aku Kamu

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 31, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Tagsytmci
paul anggara, pemuda tampan ini sedang dalam suasana hati yang buruk. motor ninjanya digas sekuat tenaga membuatnya melesat dengan cepat dijalan yang sedikit sempit. dan saat pikirannya kacau dia jadi kehilangan fokus sampai teriakan terdengar dan dia reflek ngerem mendadak. cylaa, perempuan yang baru saja berteriak karna paul hampir menabraknya. untung saja paul sempat menekan rem. "gimana sih, kalo nyetir tuh yang bener!" kesal cylaa. lalu paul mengernyit dahinya, jelas tidak mau disalahkan "lu kali, kalo nyebrang liat dulu" penasaran ga?, kalo ga yaudah.. tenang aja, bakal happy ending kok, ga kaya kisah cinta gua sama dia (alah bacod).
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel) ✓

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines