Diary ini punya kak aza?

Diary ini punya kak aza?

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Hai, aku Aza. Aku baru saja lulus sekolah menengah atas, aku merasa bodoh. Di saat aku ingin menyerah, aku melihat adikku yang sedang tidur. Lalu aku tersadar, masih ada manusia yang bergantung padaku. Meski aku sempat iri kepadanya, namun rasa sayangku mampu mengalahkan rasa iriku. Kadang, ahh tidak, aku sering melamun dan menangis sendiri. Jujur saja, itu sangat menyakitkan. Aku membenci semuanya, tapi di saat bersamaan aku juga mencintai semua. Aku bingung. Aku ragu. Aku selalu berpikir jika aku gila. Aku selalu ingin mati. Tapi aku juga selalu mencari alasan untuk hidup. Aku tidak mengerti diriku. --- Izin meminjam karakter idol kpop ya^^ Carmen h2h as Azara Syafira (Aza) Juhoon cortis as Roy Abraham (Aroy/ biasanya dipanggil kakaknya adek) Tulisan ini murni karangan saya.
All Rights Reserved
#397
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines