AKSARA

AKSARA

  • WpView
    Reads 431,160
  • WpVote
    Votes 7,085
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 1, 2026
"Sedikit aja cewek gue luka! cuma tinggal nama lo disini anjing!!" - Aksara Bramasta adalah sosok laki-laki yang dikenal sangat kejam dalam melawan musuhnya. tak kenal takut, dan tak kenal siapa mereka. berani mengusiknya, artinya berani untuk kehilangan nyawanya. Aksara adalah ketua geng motor yang ditakuti hampir seluruh penduduk jakarta, "Thunder" itulah namanya. sifatnya yang dingin tak tersentuh membuat orang-orang takut mendekat kepadanya. tapi berbeda dengan satu gadis yang selalu saja terus menerus mengusiknya. ...... Arabella Aurora, gadis bar-bar yang tak kenal kata takut. menurutnya "kenapa harus takut? toh kita sama-sama makan nasi kan?" itulah yang selalu dia ucapkan. Aurora selalu saja dipanggil dengan sebutan Rora, kadang dirinya kesal dengan orang-orang yang memanggilnya Au. memangnya dirinya sosok serigala apa? Rora adalah ketua OSIS di SMA MANDALA, tugasnya selalu saja mengurus siswa siswi nakal, ya contohnya seperti Aksara. Rora tak pernah takut dengan Aksa. baginya, Aksa memang kejam, tapi itu tak membuat Rora merasa takut padanya. bahkan dirinya bingung, kenapa orang-orang takut dengan cowo itu? cupu sekali bukan? namun siapa sangka dibalik sifat Rora yang seperti itu,ternyata Rora menyembunyikan rahasia yang membuat dirinya mempunyai trauma dimasa kelam. - "Gue gk suka cowok perokok, jadi lo harus ganti rokok lo sama ini.. " - Rora - "Bintang, kata Aksa makasih karna udah buat senyum lagi" - Rora "Kata bintang, sama sama Aksa" - Rora
All Rights Reserved
#91
thunder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines