Story cover for Tick(lee) by Only_Oceare
Tick(lee)
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 28
Jakarta, Indonesia
Kota besar yang megah jika dilihat dari luar, tetapi jika kau melihatnya lebih dalam dan lebih gelap kau akan menemukan banyak hal yang menarik didalamnya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Tick(lee) to your library and receive updates
or
#6ketiak
Content Guidelines
You may also like
WHAT WE COULD NOT LEAVE BEHIND by kaariinaabluu
15 parts Ongoing
Isabella Seraphine kembali ke Indonesia bukan karena ingin pulang, tapi karena keadaan memaksanya. Tiga bulan lalu ia resmi menjadi mahasiswi pindahan dari Willem de Kooning Academy setelah mengikuti program seni kolaboratif di New York. Kepindahan itu terdengar rapi di atas surat resmi kampus, tapi yang tidak tertulis adalah kelelahan yang ia bawa pulang, luka yang tak sempat ia selesaikan, dan perasaan yang belajar mati rasa. New York ia tinggalkan bersama mimpi, kebebasan, dan kehilangan, kota yang mengajarkannya bahwa harapan bisa sangat hidup sekaligus kejam. Di Semarang, ia melanjutkan kuliah dan mencoba merapikan hidup yang sempat tercerai. Ia ikut seminar gabungan sejarah dan seni di Universitas Diponegoro, sebuah acara yang membahas bagaimana generasi muda bisa membangun masa depan tanpa menghapus ingatan. Di sana, ia bertemu Rajendra Kalingga, mahasiswa sejarah yang terbiasa hidup berdampingan dengan masa lalu. Cara Jendra berbicara tenang, penuh penerimaan, bukan pelarian. Dari percakapan ringan tentang materi seminar dan hubungan antara seni dan sejarah, tumbuh rasa nyaman yang perlahan berubah menjadi keterikatan yang tidak mereka rencanakan. Perbedaan mereka mulai terlihat. Jendra percaya masa lalu harus dipahami dan dihormati, sementara Isabella percaya masa lalu cukup diketahui, lalu dilepaskan. New York tetap menjadi bayangan di hati Isabella, sebuah kemungkinan yang bisa ia datangi kapan saja, bukan pelarian, tapi pintu yang mungkin suatu hari ia buka kembali. Meski begitu, kehadiran mereka di satu sama lain memberi ruang bernapas, mendengarkan, dan merasakan tanpa tekanan. Di antara sejarah dan seni, antara mengingat dan melupakan, mereka belajar mencintai dengan cara masing-masing. Hubungan mereka rapuh, penuh ketidakpastian, tapi juga tulus. Dan selalu ada kemungkinan bahwa suatu hari Isabella akan kembali ke New York, entah sebagai keberanian untuk melanjutkan hidup, atau sebagai perpisahan yang tak pernah mereka rencanakan.
You may also like
Slide 1 of 10
NANGGALA cover
The Time cover
𝐍𝖾𐓣𝖾𐓣 cover
LISA ft 97line cover
JK M97 cover
ALVAS MATTHEO cover
MY POLOS BABY LILI cover
Back to Begin Again cover
WHAT WE COULD NOT LEAVE BEHIND cover
REVAGA cover

NANGGALA

37 parts Ongoing

Di jadohin sama cowok yang memiliki rumor gay padahal aslinya brutal. Hati Halera seperti dibuat ganjang- ganjing, saat berhadapan langsung dengan cowok gila, seperti Nanggala Putra Adiwijaya. *** Nanggala dengan segala rumor nya, keturunan Adiwijaya yang satu satunya tidak suka berdekatan dengan seorang gadis, kecuali Halera. Gadis itu seolah-olah mempunyai magnet tersendiri untuk menariknya semakin dalam. _____ 18+