One Last Departure [One-Shot]

One Last Departure [One-Shot]

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 1, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Social Themes
Available in Indonesian & English Version [IND] Bagi Arina, gerbong ketiga pukul 07.15 adalah satu-satunya alasan untuk bangun pagi. Di sana ada Galang, pria yang mengenalnya lebih dalam dari siapa pun, meski mereka tidak punya satu pun cara untuk saling menyapa di luar kereta. ​Sampai suatu Jumat, Galang berjanji akan memberikan sebuah jawaban. Namun, ia tidak pernah muncul. Sebuah rahasia di persimpangan jalan dan sebuah kotak di tangan orang asing mengubah seluruh memori Arina tentang perjalanan itu. ​Ternyata, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pertemuan yang tak pernah sempat diucapkan. ​[ENG] For Arina, the 7:15 AM train was her only reason to wake up. There was Galang, the man who knew her better than anyone, despite their connection being limited to the tracks. ​One Friday, Galang promised an answer, but he never showed up. A tragedy at a crossroad and a mysterious box change everything Arina thought she knew. ​Some prices are too heavy to pay for a goodbye that was never voiced. ⚠️⚠️⚠️ Status: Complete / One-Shot Word Count: ±1.660 Words Content Warning: Angst.
All Rights Reserved
#17
urbanromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siap-siap Jadi Ibu
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • (Not) BELONG TO YOU
  • Night Calls
  • Under The Authority Of Senopati
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Sweetly Tied
  • Out of Reach (Selesai)
  • The Last Yes!

Sejak awal pernikahan, Vanila Anggraini sudah menegaskan satu hal: dia memilih childfree. Namun suatu malam, sepulang dari kantor, Vani disuguhi adegan perselingkuhan suaminya, Riki. Tepat di dapur rumah mereka sendiri. Vani hanya menyapa dingin, lalu mengunci diri di kamar, menangis sepuasnya. Dia patah hati, sekaligus sadar bahwa ego laki-laki untuk memiliki keturunan memang tidak akan pernah bisa dia penuhi. Vani menolak luka dan menjadi seorang workaholic. Di tengah tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya itulah ia bertemu dengan Danuarta. Klien duda, anak satu. "Boleh aku panggil Ibu?" Vani sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya tertawa garing, berusaha mencairkan kekakuannya sendiri. "Hahahaha... boleh, boleh banget, kok." Siapa sangka, tingkah absurd remaja itu justru pelan-pelan membuat keduanya dekat, persis seperti Ibu dan Anak. Tanpa sadar juga menarik Vani semakin jauh ke dalam kehidupan sang duda. Setelah setahun mengenal, Vani kembali mengenakan cincin di jari manisnya, juga resmi memegang peran baru yang paling ia hindari dulu. Menjadi seorang Ibu. 🥇 Metropop 🥈 Duda 🥉 Comedy

More details
WpActionLinkContent Guidelines