UTOPIA : Weather Forecast

UTOPIA : Weather Forecast

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 29, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
WARNING : CERITA MERUPAKAN NOT SAFE FOR WORK, dapat berisi hal-hal yang mengganggu (kekerasan ekstrim, vulgar, dan lain-lain). Di kota ini, kematian adalah hal biasa. Setiap nyawa dianggap tak berharga, hanya apa yang dibalik kulit itu yang memiliki harga. Di kota ini, setiap kekuatan digunakan untuk bertahan hidup. Sihir, teknologi, pengalaman dan emosi, semua dibutuhkan. Di kota ini, keadilan sudah tak terasa lagi. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin terpuruk. Semua adalah tentang bertahan hidup, semua tentang nyawa. Mereka yang melanggar hukum tidak akan pernah kembali lagi. Setiap nyawa harus dibayar tuntas, dan hujan adalah jawabannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • Male lead Antagonist
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Murid Sialan
  • I Am In Novel?!!

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines