F For Favorite

F For Favorite

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sepuluh tahun lalu, bagi "Aku", dunia adalah tempat yang lebih baik jika dilihat melalui lensa kacamata yang buram. Di sudut perpustakaan yang sunyi, ia menemukan F-gadis dengan tas biru berhias manik-manik dan jam tangan pink yang selalu tampak terburu-buru oleh waktu. F adalah "Sang Favorit", sosok sempurna di mata semua orang, namun sebenarnya hanyalah jiwa yang rapuh di bawah himpitan ekspektasi keluarga yang mencekik. Di antara rak buku yang berdebu, mereka berbagi keheningan yang lebih bicara daripada kata-kata. Namun, sebuah surat yang tak terbaca dan gerbang sekolah yang terkunci di satu malam yang dingin menjadi akhir dari segalanya. "Aku" memilih melepaskan demi masa depan F, tanpa pernah tahu bahwa malam itu, F justru menanti untuk diminta tetap tinggal. Kini, sepuluh tahun kemudian, nama F kembali bergema di seluruh penjuru kota. Ia telah menjadi matahari bagi dunia, namun tetap menjadi luka yang bernanah bagi "Aku". Sebuah pertemuan tak terduga dan penemuan kotak seng berisi rahasia lama memaksa "Aku" menghadapi kenyataan: bahwa cinta tidak butuh kebijakan untuk melepaskan, melainkan keberanian untuk memperjuangkan. Isi buku ini diambil dari sebagian kisah nyata penulis, ini adalah perjalanan tentang mencari makna di balik kehilangan, memulihkan hati yang patah, dan belajar mengucapkan selamat tinggal pada sosok yang selamanya hanya akan menjadi favorit dalam ingatan.
All Rights Reserved
#981
fyp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • Mulih (END)
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines