Sepuluh tahun lalu, bagi "Aku", dunia adalah tempat yang lebih baik jika dilihat melalui lensa kacamata yang buram. Di sudut perpustakaan yang sunyi, ia menemukan F-gadis dengan tas biru berhias manik-manik dan jam tangan pink yang selalu tampak terburu-buru oleh waktu. F adalah "Sang Favorit", sosok sempurna di mata semua orang, namun sebenarnya hanyalah jiwa yang rapuh di bawah himpitan ekspektasi keluarga yang mencekik.
Di antara rak buku yang berdebu, mereka berbagi keheningan yang lebih bicara daripada kata-kata. Namun, sebuah surat yang tak terbaca dan gerbang sekolah yang terkunci di satu malam yang dingin menjadi akhir dari segalanya. "Aku" memilih melepaskan demi masa depan F, tanpa pernah tahu bahwa malam itu, F justru menanti untuk diminta tetap tinggal.
Kini, sepuluh tahun kemudian, nama F kembali bergema di seluruh penjuru kota. Ia telah menjadi matahari bagi dunia, namun tetap menjadi luka yang bernanah bagi "Aku". Sebuah pertemuan tak terduga dan penemuan kotak seng berisi rahasia lama memaksa "Aku" menghadapi kenyataan: bahwa cinta tidak butuh kebijakan untuk melepaskan, melainkan keberanian untuk memperjuangkan.
Isi buku ini diambil dari sebagian kisah nyata penulis, ini adalah perjalanan tentang mencari makna di balik kehilangan, memulihkan hati yang patah, dan belajar mengucapkan selamat tinggal pada sosok yang selamanya hanya akan menjadi favorit dalam ingatan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang