Bintang bukanlah harapan

Bintang bukanlah harapan

  • WpView
    GELESEN 5
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Jan. 29, 2026
Hari demi hari berlalu.. tanpa sadar bahwa cinta mulai tumbuh dari hati yang terdalam.. bintang membawaku berdansa di angkasa, tetapi juga membawaku untuk terjun di jurang yang paling dalam. Kata cinta yang selalu ia ucapkan untuk ku, hanya tembok untuk menutupi kegilaannya. Yang selama ini ia akui cinta itu salah... Itu bukan cinta tapi obsesi yang perlahan mengikatku tanpa bisa terlepas.. Aku sudah berusaha untuk pergi dari kegilaan ini... Namun percuma, semuanya sudah terlambat.
Alle Rechte vorbehalten
#288
bllokal
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Bound to Him
  • My Perfect Model ( Republish )
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Defiant [END]
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien