Semua itu ada batasannya. Termasuk rasa Benci yang berujung pada sebuah ikatan.
Jeviro membenci mereka. Jeviro membenci kekayaan mereka, kepolosan mereka yang menjengkelkan, dan bagaimana mereka memandang dunianya sebagai sebuah tontonan menarik di balik bingkai kaca mobil mewah.
Mereka yang tertawa atas segala bahagianya, mereka yang memeluknya saat tak ada satupun hal yang tersisa untuk dirinya. Jeviro membenci itu, membenci kekuasan mereka yang tak pernah berfikir akan dampak yang diciptakannya.
Tapi, Mereka semua palsu.
Hingga saatnya tiba, Jeviro menciptakan sebuah bingkai yang akan melindungi dirinya, yang akan menjaganya mempertahankan batas yang sesekali goyah dengan ketulusan. Tak mengapa, kali ini. Dia yang akan menjadi palsu, untuk selamanya.