We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dust & Denim

Dust & Denim

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 12, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
LGBTQIA+
Musim panas 2016 di kota kecil Texas. Ethan Cole, 19 tahun, anak mekanik bengkel yang hidupnya terasa jalan di tempat. Lucas Reed, 21 tahun, anak pindahan dari Austin-terlalu kota untuk tempat sekering ini, terlalu tenang untuk menyembunyikan sesuatu. Mereka bertemu di SPBU kecil pinggir highway, shift malam, neon lampu berkedip, lagu country pelan dari radio. Awalnya cuma obrolan ringan. Lalu rokok di belakang bangunan. Lalu diam yang terlalu nyaman. Di Texas, beberapa hal tidak dibicarakan. Termasuk cinta sesama lelaki. Dan musim panas tidak menunggu siapa pun.
All Rights Reserved
#20
summer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • Clause of Us
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines