Popcorn In The Trap

Popcorn In The Trap

  • WpView
    Reads 439
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Adis tak menyangka akan mendapatkan downfall era di usianya yang sudah menginjak kepala tiga, di saat teman sebayanya sudah mendapatkan hasil dari pencapaiannya. Ditinggal mantan yang dijodohkan orangtuanya, tak jadi naik jabatan karena ditikung orang dalam, dan ibunya yang terus mengirimkan tagihan untuk ia bayar. Semuanya terjadi dalam satu waktu, sampai Adis ingin sekali menenggelamkan diri ke dasar laut. Adis kira penderitaannya itu sudah cukup membuatnya gila, tapi ternyata tidak. Adis malah membawa dirinya ke dalam jurang malapetaka karena telah tidur dengan karyawan termuda di divisinya. Pria yang memiliki segudang rahasia. Kira-kira, bagaimana Adis menemukan kembali masa kejayaannya kembali? ... Start writting : Desember 2025 Start Update : Juli 2026 Silakan mampir. Haram untuk plagiat. Find Me : Tiktok : @Wattpadiktif Karyakarsa : @Krist19
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines