The Last Bloom ( Markhyuck / Nomin )

The Last Bloom ( Markhyuck / Nomin )

  • WpView
    LECTURAS 77
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 31, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
‎Empat tahun setelah terpaksa melepaskan Seo Haechan demi kariernya, Mark Jung kembali terjebak dalam skandal besar yang dirancang oleh agensi dan rekan kerjanya. Bukannya melarikan diri, Mark justru memilih melepaskan takhtanya sebagai idola untuk melindungi wanita yang dicintainya. ‎Dengan dukungan penuh dari keluarga besar Jung dan kekuatan hukum Johnny Seo, Mark berjuang membongkar pengkhianatan di balik layar industri hiburan. Di sela ketegangan ruang sidang dan drama persahabatan Jeno-Jaemin yang penuh warna, Mark dan Haechan membuktikan bahwa cinta sejati tidak butuh lampu panggung untuk bersinar. Sebuah perjalanan tentang melepaskan ketenaran demi menemukan jalan pulang ke rumah yang sesungguhnya. ‎
Todos los derechos reservados
#70
selebritis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido