SINOPSIS:
SIMFONI HITAM DI BALIK LAYAR
"Cinta bagiku adalah sebuah simfoni tanpa nada. Indah untuk dilihat, namun menyakitkan untuk didengar."
Candramaya Lyra terbangun sebagai Nandini Antheia, seorang antagonis yang hidupnya dikelilingi oleh dinding es dan kebencian. Namun, penderitaan terbesarnya bukanlah hukuman mati yang menanti di Bab 45, melainkan sosok pria yang berdiri di hadapannya sebagai tunangan: Kailash Orpheus.
Pertunangan mereka adalah ikatan berdarah antar dua keluarga besar yang saling mengikat leher satu sama lain. Bagi Kailash, Nandini adalah kutukan. Ia tidak pernah menyembunyikan cintanya yang membara untuk gadis lain-sang protagonis wanita yang suci-sembari melemparkan tatapan jijik pada Nandini di setiap pertemuan mereka.
Kini, Lyra yang berada di dalam tubuh Nandini harus menelan pahitnya dikhianati oleh tunangan sendiri. Saat Lyra mencoba membatalkan pertunangan demi menyelamatkan nyawanya, Sistem justru mengikatnya lebih kencang. Ia dipaksa tetap mengejar Kailash, dipaksa bersikap cemburu, dan dipaksa menjadi "wanita gila" di mata publik hanya demi mengikuti alur novel.
Di tengah ancaman eksekusi dari kakaknya, Abhirama, dan dinginnya punggung Kailash, Lyra mulai memainkan melodinya sendiri. Ia berhenti meminta cinta. Namun, ironisnya, saat Lyra mulai memalingkan wajah dan bersiap untuk mati sendirian, Kailash justru mulai melihat sesuatu yang berbeda di balik mata "Nandini" yang kini tampak redup dan tak lagi memujanya.
"Kailash, jangan menatapku dengan rasa bersalah. Bukankah ini yang kau inginkan? Melihatku hancur bersama nada terakhir yang kumainkan?"
Sebuah kisah tentang jiwa yang salah, cinta yang terlambat, dan pengkhianatan yang dibungkus dalam simfoni hitam yang mematikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang