The Quiet of Between Us

The Quiet of Between Us

  • WpView
    Reads 495
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
laki-laki penyuka sastra, lebih sering menyimpan perasaannya dalam kalimat-kalimat yang tidak selesai. Ia percaya kata-kata bisa menyelamatkan, meski tidak selalu menyembuhkan. Sementara perempuan di sisinya memilih bertahan dengan caranya sendiri-diam, doa, dan laut yang selalu ia datangi ketika hidup terasa terlalu bising. Persahabatan mereka tumbuh tanpa janji. Ada perasaan yang disadari, namun tidak pernah diucapkan. Ada batas yang dipahami, terutama tentang iman, yang membuat mereka memilih tetap berada di sisi yang aman: sebagai dua sahabat yang saling mengerti. Laut menjadi tempat mereka menitipkan hal-hal yang tidak bisa dimiliki, dan kata-kata menjadi saksi dari sebuah hubungan yang tidak pernah diberi nama.
All Rights Reserved
#366
yeonji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trauma Is Real
  • Aksara Sastra
  • Shaun The Sheep And Friends
  • Drink It🍷 [REVISI]
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • crash • txt [✔]
  • 한국어 공부하자! Ayo, Belajar Bahasa Korea!
  • Zynara
  • SCHIZOPHRENIA [SKIZOFRENIA]
  • 𝐒𝐭𝐞𝐫𝐞𝐨 𝐋𝐨𝐯𝐞:𝐑𝐮𝐧𝐧𝐢𝐧𝐠 𝐭𝐨 𝐘𝐨𝐮 [Hiatus]

Trauma itu bukan mengada ada, namun trauma itu nyata. Dalam bayang-bayang kesengsaraan, Bumantara, seorang gadis terluka oleh stigma dan trauma, mencari cahaya dalam kegelapan hidupnya. Dipersekusi sebagai pendosa, pelacur, dan gadis murahan, dia berjuang setiap hari melawan keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Dalam bayang-bayang sengsaranya hidup Bumantara, muncul tiga lelaki yang terus mengintai dirinya, tiga lelaki yang sama sama berusaha mendapatkan hatinya. Tentu saja dengan tujuan dan cara berbeda, yang salah satunya menghadirkan harapan dan penyembuhan dalam hidupnya yang hancur. Rasa sakit akibat kehilangan papanya dan malam mengerikan di ulang tahunnya, ia Harsa, lelaki tangguh yang sendirinya merasakan kepedihan kehidupan, menjadi penopangnya. Harsa, lelaki hebat. Lelaki yang kerap di bully oleh warga sekolah, lelaki yang terus disiksa oleh ayah dan saudara kandungnya karena kelahirannya membuat bundanya meninggalkan mereka bertiga. Lelaki yang selalu menyembunyikan rasa sakitnya, lelaki yang terus berusaha membuat keadaan menjadi lebih normal, lelaki yang tak pernah mengeluh. Dalam kisah yang penuh perjuangan, Bumantara dan Harsa menunjukkan bahwa melalui kekuatan cinta, ada obat untuk trauma yang nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines