Sebuah kisah reflektif tentang seorang aku-seorang hamba yang merasa jauh, penuh kekurangan, dan kerap tenggelam dalam penyesalan-namun menyimpan satu kerinduan yang tak pernah padam: kerinduan untuk bertemu Rasulullah ﷺ.
Di tengah malam-malam sunyi, saat doa terasa lebih jujur daripada siang hari, aku memperbanyak shalawat dan tangis, berharap Allah mempertemukannya dengan sang Nabi, walau hanya lewat mimpi atau isyarat hati. Bukan wajah yang ia lihat, bukan suara yang ia dengar, melainkan ketenangan yang menembus jiwa dan pesan akhlak yang mengubah arah hidup.
Cerita ini bukan tentang pertemuan fisik, melainkan tentang pertemuan batin-tentang bagaimana cinta kepada Rasulullah ﷺ mampu menyembuhkan hati, menguatkan iman, dan menuntun seseorang untuk menjadi manusia yang lebih baik.
All Rights Reserved