JuanCa [SEGERA TERBIT]

JuanCa [SEGERA TERBIT]

  • WpView
    Reads 729
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Juan dan Calista. Dua nama yang jika disatukan diyakini mampu membuat bumi gonjang-ganjing. Jika Calista adalah api, maka Juan adalah bensin yang dengan senang hati menyiramkan diri ke dalamnya. Bagi seisi kelas, Juan adalah sumber kekacauan yang menghibur: humoris, usil, dan selalu punya ide gila yang membuat hari-hari terasa lebih ramai. Di sisi lain, Calista adalah sang ketua kelas yang ceria, pintar, dan galak-terutama kalau berurusan dengan Juan. Begitu namanya disebut, emosinya bisa langsung meledak-ledak tanpa aba-aba. Namun, di balik sikap santainya yang menyebalkan, ada alasan yang tak pernah diketahui siapapun. Juan menemukan secercah cahaya dalam hidupnya kembali setelah kehilangan yang bertubi-tubi. Dan di balik senyum cerah Calista, ada trauma masa lalu yang belum pernah benar-benar ia hadapi.
All Rights Reserved
#259
calista
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines