Pohon Mangga

Pohon Mangga

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 31, 2026
"masa-masa SMA itu menyenangkan bukan? aku ingin terus abadi di masa SMA ini, aku ingin menjadi kuat dan bahagia bersama kalian, aku ingin menjadi seperti pohon mangga! yang diam namun menarik banyak pasang mata." _______________________________________________________ Pohon mangga. diam di tempat, buahnya kadang manis kadang asam, tidak menentu dan tidak dapat ditebak, walaupun begitu, banyak sorot mata dan langkah kaki mendekat untuk mengambilnya. batangnya kokoh, tempat bernaung berbagai jenis hewan kecil dan serangga, bahkan dibawah pohon nya, tak hanya hewan, manusia pun mencari keteduhan dibawahnya. Pohon mangga selalu diam, daun-daun nya kian berguguran seiring berjalannya waktu, daun-daun rindang membuat teduh setiap insan yang beristirahat dibawahnya. Ia adalah saksi bisu perjalanan anak-anak SMA tersebut, mulai dari awal mereka bertemu, hingga akhir kelulusannya nanti. Namun, apakah ini hanya sekedar tentang pohon mangga? warning! -typo -kata tak baku -karakter dan alur murni dari pemikiran Author -mohon untuk tidak mengcopy karya author
Todos los derechos reservados
#35
katakatakasar
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido