My Future Kidos

My Future Kidos

  • WpView
    Reads 84,205
  • WpVote
    Votes 7,974
  • WpPart
    Parts 93
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Cerita tema time travel yang kesekian kalinya hahahaha. Arzel dan Aziel tumbuh dalam keluarga dengan hubungan orang tua yang dingin dan tak biasa. Meski tidak bercerai, Papa dan Mama tinggal di rumah secara bergantian setiap bulan dan hanya berkumpul bersama anak-anak mereka setiap hari minggu. Dari jam sembilan pagi sampai jam lima sore. Hanya itu waktu yang mereka miliki untuk benar-benar bersama. Suatu hari, terjadi kejadian aneh ketika Arzel dan Aziel tiba-tiba berada di tempat asing, dan sang Abang mengaku bahwa mereka terdampar di tahun 2025. Sekitar 17 tahun kebelakang dari tahun asal mereka. "Ini di mana Bang? Kok tiba-tiba kita ada di sini?" Aziel memeluk lengan Abangnya. Tubuhnya menciut takut menatap ke sekeliling. "Percaya gak kamu kalo Abang bilang kita nyasar ke tahun 2025?" ----- Aku iseng-iseng aja bikin iniii. Jangan dihujat ya, hehehe. Kalo gak suka dan menurut kalian gak masuk akal silahkan mundur alon-alon. Aku cuman iseng-iseng aja ngusir kebosanan. Terimakasih!!!
All Rights Reserved
#100
fiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Moon For Make The Moment Fall (Sequel From : Twilight Phases) | On Going
  • Kembali Menjadi Si Bungsu  REVISI (END)
  • Ganteng-Ganteng Setan (END)
  • Angel
  • I Want to be an IDOL (ft. Seventeen)
  • Ayahku Sang Antagonis
  • [✓] Nona Adik
  • Nirwana Menggapai Kebahagiaan Sejati (Tamat)
  • Intricate||KimSeokjin
  • FIRE ALARM!!!

"Pacaran harus banget gituan ya?" tanya Nawa dengan penuh keheranan. Dia tahu, banyak kasus pacaran yang sampai "Melampaui Batas". Bahkan dia juga adalah orang yang terkena dampak dari fitnahan itu. Tapi, semua berubah ketika teman lamanya kembali menyapanya sejak sidang. "Kak, jual akun genshinnya gak?" tanya Nawa. "Tidak. Aku udah install, tapi entah kapan balik. Intinya aku ga akan jual" **** "Kamu kalo ngesilent treatment orang, ngeri juga ya Naw" Gidik Rahman di telepon ketika Nawa menceritakan sedikit kegelisahannya pada temannya. "Acara keluarga, tapi ditanya kapan nikah, kurang ajar ga sih?" tanya Nawa tanpa menjawab pertanyaan kadiv nya. "Engga sih, kalau cowoknya sanggup mah gas aja sih Nawa. Kalau belum, jangan dulu" ujar Rahman di ujung telepon. Biasanya, orang itulah yang Nawa cari ketika benar - benar membutuhkan saran yang masuk akal. Setidaknya, untuk takaran pemikiran anak kuliah seperti dirinya. Umurnya masih belia, Dia masih bisa mengejar cita - citanya. "Nikah itu baik, tapi kalau niatnya salah ya berkurang nilai makna sebuah pernikahan itu sendiri, Naw." ucapan lelaki itu masih terngiang di telinganya hingga saat ini dia baru selesai sidang setelah dihajar habis - habisan oleh Rama. Bukan dihajar secara fisik, tapi secara mental. Bipolarnya dan asam lambungnya naik bersamaan. Tapi siapa sangka, semesta memberikannya hadiah indah setelahnya? "Kamu kalo mau sama dia, sama dia aja. Daripada aku begah liat kamu disakitin orang lain."

More details
WpActionLinkContent Guidelines