Pregnant

Pregnant

  • WpView
    Membaca 223,668
  • WpVote
    Vote 1,768
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 26, 2026
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Fantasi Gelap
LGBTQIA+
Gay
Ini cerita baruu, yang sebelumnya hilang ya guys. . . . . Ini hanya cerita fiksi belaka, kalau tidak suka jangan baca cerita ini ya, ini BxB GxB ya guys
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#32
birth
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Aveline Beyond Her Fate
  • A Family of Villains
  • The Adiputra Family
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan