MARVIAN

MARVIAN

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 8, 2026
Murni pemikiran sendiri ⚠️ Kalau gak suka skip aja ya, jangan merugikan penulis!!! Plagiarism is prohibited ⚠️ Sera Anggraini. Wanita kantoran berumur 25 yang hanya fokus mengejar karirnya, tanpa memperdulikan masalah percintaan yang seharusnya di usianya yang semakin bertambah harus mencari pasangan. Suatu hari ia di rekomendasikan sebuah novel oleh sahabatnya. Siapa tahu itu akan membuat Sera tertarik dengan percintaan. Novel yang menceritakan tentang empat laki-laki psikopat gila yang obsesi kepada protagonis wanita. Cerita yang membuat Sera tidak berhenti-henti nya mengumpati empat laki-laki itu karena kegilaannya, terutama Marvian Samudera. Yang paling gila, dan berkuasa. Dan sekarang? Sera Anggraini harus ber Transmigrasi ke tokoh Antagonis wanita di sana dan di bunuh dengan kejam oleh empat psikopat itu? "Oh Tuhan. Sekarang bagaimana lagi kau akan mengatur takdir ku." "Lepaskan aku, Marvian." "Kau, sangat lucu, sayang. Kau meminta dilepaskan, oleh orang yang, mengurung mu disini. Kau sangat, menggemaskan." Happy reading all🙌🏻
All Rights Reserved
#261
obsession
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines