His True Face

His True Face

  • WpView
    Reads 29,016
  • WpVote
    Votes 5,482
  • WpPart
    Parts 97
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
-Sasusaku Fanfiction- "Aku akan membantumu membalas dendam pada mereka. Pada ayahmu yang meninggalkanmu dan pergi dengan wanita itu. Aku bisa saja menghancurkan mereka atau bahkan membunuh mereka jika kau meminta," bisik pria itu padanya. "Sebagai gantinya, berikan dirimu padaku, seutuhnya." 00000 Setelah empat tahun berlalu, Sakura bertemu lagi dengan Sasuke, pria yang membantu hubungan perselingkuhan ayahnya dan Karin. Sasuke yang di masa SMA menjadi pelampiasan kemarahannya atas kehancuran keluarganya, kini terlihat sangat berbeda. Tubuh tinggi besar dan berotot, raut wajah keras, serta tatto yang memenuhi lengan dan tubuh bagian atasnya. Pria itu menjelma menjadi sosok yang berbahaya dan sangat terobsesi dengannya. "Aku sama sekali tak senang bertemu denganmu lagi, Sasuke," ucap Sakura dengan nada suara dan raut wajah sinis. Sasuke menyunggingkan senyuman berbahaya. "Aku tahu," balas Sasuke. Tak terpengaruh dengan emosi yang Sakura tunjukkan. Mata pria itu menatapnya lekat-lekat. Bahkan walau pria itu tak mengatakannya, Sakura tahu kalau dirinya sudah terjebak. 00000 Naruto by Masashi Kishimoto
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines