Hai, selamat datang di ruang rasa. Buku ini bukan sekadar tentang seseorang yang diam-diam dikagumi. Tapi tentang bagaimana sebuah rasa bisa tumbuh, menetap, lalu perlahan mengubah seseorang. "Kagumi Saja Dia, Cukup Kagumi" berisi kumpulan refleksi tentang kagum, harapan, luka, dan proses belajar memahami diri sendiri. Tentang bagaimana rasa kagum bisa menjadi sesuatu yang indah untuk bertumbuh, namun juga bisa berubah menjadi obsesi yang diam-diam melelahkan. Di dalamnya, kamu akan menemukan cerita tentang: - kagum yang berubah menjadi harapan - harapan yang melahirkan luka - luka yang mengajarkan keikhlasan - dan proses menerima bahwa tidak semua yang kita kagumi harus kita miliki. Buku ini ditulis untuk menemani siapa pun yang pernah merasa terlalu dalam, terlalu berharap, atau terlalu lama bertahan pada rasa yang sebenarnya harus dilepaskan. Karena kadang, yang paling perlu diselamatkan bukan hubungan dengan orang lain tapi melainkan meyelamatkan diri kita sendiri.
More details